
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Simed Prakarsa Indonesia memperkenalkan dua produk baru dari jenama HiCOP Heatpump Water Heater dalam ajang IndobuildTech Expo 2026 yang berlangsung 8–12 Juli di ICE BSD City, Tangerang.
Dua produk itu adalah HiCOP Swimming Pool Portable Series (SPP Series) dan HiCOP Ice Bath Chiller (IBC Series), yang dipamerkan di Hall 8, Booth 8-R-16. Kehadiran dua lini produk ini menandai perluasan bisnis HiCOP dari fokus awal pada segmen pemanas air kolam renang residensial ke dua arah sekaligus: kapasitas komersial yang lebih besar dan segmen baru berupa pendingin air untuk terapi suhu dingin.
HiCOP SPP Series generasi terbaru kini tersedia hingga kapasitas 25 kW, naik dari lini sebelumnya yang menyasar segmen residensial.
Perusahaan mengeklaim Coefficient of Performance (COP) unit ini mencapai 8,0, artinya setiap satu satuan energi listrik yang dikonsumsi menghasilkan delapan satuan energi panas.
Angka COP sebesar ini, jika akurat, tergolong tinggi dibandingkan pemanas air listrik konvensional yang umumnya bekerja pada rasio 1:1.
Prinsip kerja heat pump memang berbeda dari pemanas air resistif biasa. Alih-alih mengubah listrik langsung jadi panas, heat pump memindahkan panas dari udara sekitar ke air menggunakan siklus refrigerasi, sehingga energi listrik yang dipakai jauh lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah panas yang sama.
Inilah dasar klaim efisiensi delapan kali lipat dibanding pemanas konvensional. SPP Series juga dilengkapi konektivitas Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pemantauan dan pengaturan suhu unit dari jarak jauh lewat smartphone.
IBC Series dan Tren Ice Bath
Produk kedua, HiCOP IBC Series, adalah sistem pendingin air yang menyasar kebutuhan berbeda: terapi air dingin atau ice bath.
Praktik ini awalnya lekat dengan dunia olahraga sebagai metode pemulihan otot pasca latihan, namun belakangan meluas ke pusat kebugaran, fasilitas sauna dan pemulihan, klinik rehabilitasi olahraga, hingga penggunaan pribadi di rumah.
IBC Series dirancang menjaga suhu air tetap stabil pada rentang yang dibutuhkan untuk terapi tersebut, berbeda dari sistem pendingin air konvensional yang umumnya tidak dirancang untuk mempertahankan suhu rendah secara terus-menerus dalam volume yang cukup besar.
Masuknya HiCOP ke segmen ini mencerminkan pergeseran permintaan pasar peralatan pengelolaan suhu air, dari sekadar kebutuhan kenyamanan (pemanas air kolam renang) ke kebutuhan yang terkait langsung dengan kesehatan dan performa fisik.
Direktur PT Simed Prakarsa Indonesia, Dewi Rulan, mengatakan peluncuran dua produk ini merupakan bagian dari strategi perusahaan menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
“Kami percaya bahwa inovasi tidak hanya tentang menghadirkan produk baru, tetapi juga tentang menciptakan solusi yang memberikan nilai tambah melalui efisiensi energi, kemudahan penggunaan, serta keberlanjutan,” kata Dewi, Sabtu (11/7/2026).
IndobuildTech Expo menjadi salah satu pameran material dan teknologi bangunan terbesar di Indonesia, dengan pengunjung yang mencakup kontraktor, arsitek, developer, pengelola hotel, hingga pengelola fasilitas olahraga.
Kehadiran teknologi heat pump di ajang semacam ini sejalan dengan tren adopsi peralatan hemat energi di sektor properti dan fasilitas komersial, seiring meningkatnya perhatian terhadap biaya operasional listrik jangka panjang.
Klaim efisiensi energi pada produk heat pump umumnya bergantung pada kondisi suhu lingkungan, kelembapan udara, dan pola pemakaian aktual di lapangan, sehingga angka COP yang dipublikasikan produsen biasanya merupakan hasil pengujian pada kondisi standar dan dapat bervariasi pada penggunaannya.






Leave a Reply